fbpx

Yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Ganti HDD ke SSD

Sebelum Ganti HDD ke SSD

Yang Wajib Kamu Perhatikan Sebelum Ganti HDD ke SSD

 

Emang sih ganti HDD ke SSD itu bisa membuat kecepatan Read/Write jadi cepat. Tapi sebenarnya dengan ganti ke SSD, kamu tidak bisa menikmati kemampuan maksimal dari SSD itu. Jika kamu gantinya asal-asalan tanpa memperhatikan aspek penting lainnya.

Soalnya banyak yang terpikat untuk ganti ke SSD dengan alasan ingin lebih cepat, tapi pas sudah diganti dan dicek ternyata hasilnya kurang maksimal. Kurang maksimal di sini adalah SSD tidak bisa bekerja secara optimal setelah dilakukan cek atau benchmark.

Akhirnya yang sudah ganti merasa ditipu dengan produk SSD yang dibelinya, karena tidak memiliki kecepatan seperti yang diinformasikan. Misalnya SSD merek A kecepatan Read bisa sampai 500 MBps, pas dicek cuma 200 MBps.

Padahal ya, itu bukan salah SSD nya, tetapi salah usernya yang asal-asalan ketika memutuskan untuk ganti ke SSD.

Untuk itu sebelum kamu benar-benar mengganti HDD ke SSD, ada yang beberapa hal yang wajib kamu perhatikan. Diantaranya adalah :

Apakah Laptop/Komputer kamu sudah mendukung SATA III?

Kabel konektor untuk hard disk itu sekarang ada SATA III, selain SATA I dan SATA II. Nah dari segi fisik sama, tetapi memiliki kecepatan yang berbeda.

SATA I, adalah generasi SATA pertama yang memiliki interface yang mampu berjalan hingga kecepatan 1.5 Gb/s. Dan untuk bandwidthnya bisa sampai 150MB/s.

SATA II, adalah generasi SATA kedua yang memiliki interface yang mampu berjalan di kecepatan hingga 3 Gb/s. Dan untuk bandwidthnya bisa sampai 300MB/s.

SATA III, adalah generasi SATA ketiga yang memiliki interface yang mampu berjalan di kecepatan hingga 6 Gb/s. Dan untuk bandwidth bisa sampai 600MB/s.

Nah masalah jenis SATA ini jarang diperhatikan. Jadi konkritnya gini, misalnya saja kamu ingin ganti HDD di laptop yang mana laptop kamu hanya mendukung SATA I/II, lantas diganti dengan SSD, maka nanti kecepatan bandwidth yang kamu dapatkan dari SSD itu yang maksimal 300MB/s. Tidak bisa 600MB/s. Ini artinya SSD yang sudah mendukung SATA III tidak bisa bekerja secara optimal. Kecepatannya sudah sangat cepat jika kita bandingkan dengan HDD.

Jangan Salah beli SSD

Kalau kamu berpikir SSD itu bentuknya kotak seperti HDD 2.5″, maka kamu salah. Ada 2 jenis SSD yang tersebar pada pasar. Yang pertama adalah SSD SATA dan yang kedua adalah SSD PCIe.

SSD SATA itu SSD yang fisiknya seperti HDD 2.5″ dan konektornya menggunakan konektor SATA.

Sedangkan SSD PCIe adalah SSD yang dari segi fisik seperti RAM, untuk pemasangannya menggunakan konektor M.2. nama lain dari SSD PCIe adalah SSD NVME.

Dari segi kecepatan, lebih cepat SSD PCIe. Untuk kecepatan Read nya saja bisa sampai 3.500 MB/s.

Nah kadang user ketika membeli SSD salah memilih jenisnya. Misalnya di laptopnya sudah ada slot SSD M.2, ternyata malah beli SSD SATA. Menggunakan SSD sata perlu mengganti HDD kamu. Kalau sudah ada slot SSD M.2 nya ya beli saja SSD PCIe.

Jadi kamu perlu melihat slot apa yang laptop kamu pakai.

Jangan Salah Beli HDD Caddy

Kamu akan menggunakan slot DVD-ROOM pada laptop kamu untuk menggunakan HDD. Untuk menggunakan SSD sata kamu harus memindahkan HDD kamu ke slot DVD ROOM menggunakan caddy. Otomatis DVD-ROOM internal tidak akan terpakai.

HDD Caddy itu ukurannya ada yang 9.5mm dan 12.7mm. Biasanya yang 9.5mm untuk jenis laptop yang tipis-tipis. Tapi akan lebih baik kamu bisa mengukur dulu ketinggian DVD-ROOM internal laptop kamu berapa milimeter, agar tidak salah membeli HDD Caddy.

Dan HDD Caddy itu jenisnya banyak. Untuk laptop merek IBM, Mac, memiliki jenis HDD Caddy sendiri. Ada yang membedakan dari segi fisik.

JIKA Bangamingadget.com merupakan layanan service laptop no.1 di Bandung dengan rating  4.6 dari 1900 ulasan google!! MAKA PASTI AMANAH!!

Untuk barang ori harga miring cek di bangamingadget tokopedia!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Klik lanjut WA
Terima Kasih telah menghubungi Kami,
#Pastinya Solusi Terbaik
#Harga Pas Kualitas Berkelas
Ownernya Alumni ITB